Compare hotel prices and find the best deal - HotelsCombined.com

Welcome To Kualanamu Internasional Airport

Jika berkunjung ke kota medan jangan lupa singgah ke Berastagi, Prapat, Istana Maimun, Mesjid Raya.

Welcome To Kualanamu Internasional Airport

Jika berkunjung ke kota medan jangan lupa singgah ke Berastagi, Prapat, Istana Maimun, Mesjid Raya.

Welcome To Kualanamu Internasional Airport

Jika berkunjung ke kota medan jangan lupa singgah ke Berastagi, Prapat, Istana Maimun, Mesjid Raya.

Welcome To Kualanamu Internasional Airport

Jika berkunjung ke kota medan jangan lupa singgah ke Berastagi, Prapat, Istana Maimun, Mesjid Raya.

Welcome To Kualanamu Internasional Airport

Jika berkunjung ke kota medan jangan lupa singgah ke Berastagi, Prapat, Istana Maimun, Mesjid Raya.

Wednesday, October 21, 2015

Hakekat Hasil Belajar Tolak Peluru

 Hakekat Hasil Belajar Tolak Peluru
Dalam wacana pendidikan pada saat ini, banyak masyarakat kaum tua yang berangapan bahwa belajar merupakan proses mengumpulkan atau menghafalkan cuplikat dari berbagi ilmu,namun setelah seluruhnya dikumpul dan dihapal maka kegiatan pembelajaran dianggap telah selesai dan pada akhirnya ilmu yang telah dipelajari tidak dapat digunakan pada kehidupan yang real atau nyata dilapangan. Dan ada juga diantara mereka yang berangapan belajar adalah peroses untuk mendapatkan nilai atau ijazah yang kemudian dapat digunakan untuk mencari sebuah pekerjaan. Namun sebenarnya pengertian belajar yang telah banyak dinyatakan masyarakat merupakan sebuah bukti masih rendahnya kepemahaman tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan belajar. 
Menurut Slameto (2003 : 2 ) “Belajar adalah suatu peroses usaha  yang dilakukan seseorang  untuk memperoleh  suatu perubahan  tingkah laku  yang baru  secara keseluruhan,sebagai hasil  pengalamanya  sendiri dalam  interaksi dengan  lingkunganya”. Gagne dalam Slameto (2003 :13) “Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh  motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku”.
Selain dari aktivitas atau peroses kegiatan dalam pembelajaran, ternyata keberhasilan dari  pengajaran dapat  juga dilihat dari hasil  belajar yang diperoleh siswa. Dengan berasumsi bahwa  dengan proses  pengajaran yang maksimal akan menghasilkan hasil belajar yang sama pula, yang artinya proses belajar dan hasil belajar adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan karena ada hubungan kolerasi sebab dan akibat.
Sudjana (2009 : 22) mengungkapkan bahwa: “hasil belajar adalah kemampuan–kemampuan yang telah dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Penguasaan hasil belajar dan tingkah laku  penguasaan materi pengajaran diukur dengan penelitian. Hasil belajar biasanya diperlihatkan setelah anak didik menempuh kegiatan belajarnya dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya menurut Bloom (dalam Sudjana, 2009:22) ” Hasil belajar secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah  psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan, ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap, yang terdiri dari lima aspek, yaitu penerimaan, jawaban, atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yaitu gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan konseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan akspresif dan interpretatif".
Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ruketiga ranah itu, ranah kognitif yang paling banyak dinilai oleh para gu disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.
Jadi dapat disimpulkan, hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.Belajar merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh bentuk perubahan tingkah laku pada diri siswa yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap,dan keterampilan.

Thursday, October 15, 2015

Hasil Penelitian Yang Relevan Tentang Inflasi

Dalam ilmu ekonomi inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator

Seperti yang dibahas diatas Menurut J.M Keyness, hubungan antara variabel moneter dengan variabel ekonomi riil sangat kuat. Model klasik menyatakan bahwa harga termasuk upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan penyesuaian upah nomial tidak ada pada periode tertentu. Model Keynessian menyatakan bahwa ada kemungkinan kuantitas penawaran dan permintaan tenaga kerja tidak sama dan kemungkinan yang sering terjadi adalah kelebihan penawaran tenaga kerja. Hubungan antara tingkat harga dengan tingkat pengangguran tenaga kerja dijelaskan oleh Kurva Phillips yang menyatakan bahwa tingkat upah nominal pada periode tertentu dapat dijelaskan oleh tingkat pengangguran sekarang (Manurung,2009:223).

Sedangkan pengertian dari pengangguran yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik, antara lain pengangguran terbuka (open unemployment) didasarkan pada konsep seluruh angkatan yang mencari pekerjaan, baik yang mencari pekerjaan pertama kali atau yang pernah bekerja sebelumnya. Sedangkan setengah penganggur adalah pekerja yang masih mencari pekerjaan penuh atau sambilan dan mereka yang bekerja dengan jam kerja rendah atau kurang dari 35 jam kerja dalam seminggu, setengah penganggur sukarela adalah setengah penganggur tapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (pekerja paruh waktu). Setengah penganggur terpaksa adalah setengah penganggur yang mencari dan bersedia menerima pekerjaan. Pekerja digolongkan setengah penganggur parah bila ia termasuk setengah menganggur dengan jam kerja kurang dari 25 jam seminggu (Kuncoro,2006:228).

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit dilakukan oleh banyak orang Pada tahun 1958.

Para pemikir ekonomi sedang ramai-ramainya bertukar pikiran mengenai teori inflasi, A.W. Phillips berhasil menemukan hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan tingkat perubahan upah nominal. Penemunannya ini diperolehnya dari hasil pengolahan data empirik perekonomian inggris untuk periode 1861-1957. Kurva phillips yang menghubungkan persentase perubahan tingkat upah nominal dengan tingkat pengangguran seperti diuraikan di atas biasa disebut dengan kurva phillips dalam bentuk asli. Di samping itu, ada juga kurva phillips dalam bentuk versi baru yang biasa disebut dengan kurva phillips yang sudah direvisi yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi (Reksoprayitno,2000:190).

Monday, October 12, 2015

Gender dan Beban Kerja

Adanya anggapan bahwa kaum perempuan memiliki sifat memelihara dan rajin, serta tidak cocok untuk menjadi kepala rumah tangga, berakibat bahwa semua pekerjaan domestik rumah tangga menjadi tanggung jawab perempuan. Konsekuensinya, banyak kaum perempuan yang harus bekerja keras dan lama untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah tangganya, mulai dari membersihkan dan mengepel lantai, memasak, mencuci , mencari air untuk mandi hingga memelihara anak. Dikalangan keluarga miskin beban yang berat ini harus ditanggung oleh perempuan sendiri. Terlebih-lebh jika si perempuan tersebut harus bekerja, maka ia memikul beban kerja ganda.

Gender sebagaimana dituturkan oleh Oakley (fakih, 1997: 71-72) berarti perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan biologis dan bukan kodrat Tuhan. perbedaan biologis, yakni perbedaa jenis kelamin, adalah kodrat Tuhan oleh karenanya secara permanen berbeda. Adapun gender ialah perbedaan perilaku (behavioral defferences) antara laki-laki dan perempuan yang diciptakan oelh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang. Oleh karena itu, gender berubah dari waktu kewaktu, dari tempat ke tempat, dari kelas ke kelas.


Supir Angkutan Umum

Medan merupakan salah satu kota dengan kompleksitas yang menjadikannya sebagai metropolitan kedua di Indonesia. masyarakat mulai menyadari beragamnya aspek kehidupan yang perlu didalami, dikaji, dan dipelajari bagi keberlanjutan hidup. Kehidupan perempuan mulai menarik untuk dikaji. Perempuan dalam status dan peranan sangat bergantung dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak, dan berbuat baik dari segi sosial, budaya, dan ekonomi.

Pada umumnya perempuan dibatasi dalam melakukan pekerjaan yang dianggap terlalu keras. Ini merupakan bagian perlindungan bagi perempuan. Seorang pria lebih jauh diajarkan untuk mampu menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sayangnya kondisi sosial tidak selalu sama. Perempuan akan turut andil untuk membantu mencukupi ekonomi keluarga dengan pekerjaan yang seturut dengan kemampuannya salah satunya adalah bekerja sebagai supir angkutan umum.

Menjadi supir angkutan umum bukanlah pekerjaan yang lumrah bagi perempuan. Dibutuhkan kemampuan yang baik dalam menyetir, stamina dan energi yang besar, mental yang kuat ketika berada dilapangan. Tanggung jawab jadi hal utama yang sangat dibutuhkan. Ketika membawa penumpang. Supir angkot menggantungkan penghasilannya pada kegiatannya mengendarai mobil, taxi, bus, bajaj, dan angkutan umum. Penghasilan mereka tergantung dari sekuat apa mereka membawa kendaraan dan sebanyak apa penumpang yang bisa dibawa. Kalau lagi banyak penumopang, mereka bisa bawa ratusan ribu perhari. Namun perempuan dengan segenap keinginan dan kerja keras mengerjakan hal yang berat.

Thursday, June 5, 2014

Pengertian Berita Adalah

Sangat boleh jadi “news”, istilah dalam bahasa Inggris untuk maksud “berita”, berasal dari “new” (baru) dengan konotasi kepada hal-hal yang baru. Dalam hal ini segala yang baru merupakan bahan informasi bagi semua orang yang memerlukannya. Oleh karena itu Hornby (1961) menjelaskan “news” sebagai laporan tentang apa yang terjadi paling mutakhir (sangat baru). 

Adapun definisi berita yang dikemukakan para pakar komunikasi dan jurnalistik 

· Berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar dan dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca (Dean M Lyle Spencer).

· Berita adalah sesuatu yang terkini (baru) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar sehingga dapat menarik atau mempunyai makana dan dapat menarik minat bagi pembaca (Willard C. Bleyer).

· Berita adalah sesuatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang punya arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat hal tersebut (William S. Maulsby).

· Berita adalah laporan pertama dari kejadian penting dan dapat menarik perhatian umum (Eric C. Hepwood).

· Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca serta menyangkut kepentingan mereka (Micthel V. Charnley) (Suhandang, 200 :35).

Sedangkan menurut The New Glorier Webster International Dictionary, berita adalah:

1. Informasi hangat tentang sesuatu yang telah terjadi, atau tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya.

2. Berita adalah informasi yang disajikan oleh media semisal surat kabar, radio dan televisi.

3. Berita adalah sesuatu atau seseorang yang dipandang oleh media merupakan subjek yang layak untuk diberitakan

(Hikmat, Kusumaningrat, 2005 : 39).


 Jenis-jenis Berita

Ada sejumlah jenis berita yang dikenal di dunia jurnalistik, yang paling popular dan menjadi menu utama surat kabar adalah :

1. Berita Langsung

Berita langsung (straight news) adalah laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, lugas, dan apa adanya. Ditulis dengan gaya memaparkan peristiwa dalam keadaan apa adanya, tanpa ditambah dengan penjelasan, apalagi interpretasi.

Berita langsung dibagi menjadi dua jenis : berita keras atau hangat (hard news) dan berita lembut atau ringan (soft news).

2. Berita Opini

Berita opini (opinion news) yaitu berita mengenai pendapat, pernyataan, atau gagasan seseorang, biasanya pendapat para cedekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu perisriwa.

3. Berita Interpretatif

Berita interpretaif (interpretative news) adalah berita yang dikembangkan dengan komentar atau penilaian wartawan atau nara sumber yang kompeten atas berita yang muncul sebelumnya sehingga merupakan gabungan antara fakta dan interpretasi. Berawal dari informasi yang dirasakan kurang jelas atau tidak lengkap arti dan maksudnya.

4. Berita Mendalam

Berita mendalam (depth news) adalah berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. Bermula dari sebuah berita yang masih belum selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali (follow up system). Pendalaman dilakukan dengan mencari informasi tambahan dari nara sumber atau berita terkait.

5. Berita Penjelasan

Berita penjelasan (explanatory news) adalah berita yang sifatnta menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lengkap, penuh data. Fakta diperoleh dijelaskan secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya. Berita jenis ini biasanya panjang lebar sehingga harus disajikan secara bersambung dan berseri.

6. Berita Penyelidikan

Berita penyelidikan (investigative news) dalah berita yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Disebut pula penggalian karena wartawan menggali informasi dari berbagai pihak, bahkan melakukan penyelidikan langsung ke lapangan, bermula dari data mentah atau berita singkat. Umumnya berita investigasi disajikan dalam format tulisan feature

(Suhandang, 2003 : 40-46).

Selain jenis-jenis berita diatas, dikenal pula jenis-jenis berita lainnya, antara lain 

1. Berita Singkat (spot news), yaitu berita atau laporan peristiwa yang sedang bterjadi secara langsung atau siaran langsung.

2. Berita Basi, yaitu berita yang sudah tidak actual lagi.

3. Berita Bohong (libel), yaitu berita yang tidak benar atau tidak faktual sehingga menjurus pada kasus pencemaran nama baik.

4. Berita Foto, yaitu laporan peristiwa yang ditampilkan dalam bentuk foto lepas, tidak ada kaitan dengan tulisan yang ada di sekelilingnya.

5. Berita Kilat (news flash), yaitu berita yang penting segera diketahui publik, dimuat di halaman depan surat kabar.

6. Berita Pembuka Halaman (opening news), yaitu berita atau tulisan yang ditempatkan di bagian awal atau paling atas halaman surat kabar, semacam berita utama (headline)

(Suhandang, 2003 : 47).


2.4.3 Konstruksi Berita 

Sesuai dengan tujuan kegiatan jurnalistik dalam rangka mempengaruhi khalayaknya, unsur keindahan sajian produknya sangat diutamakan. Indah dalam arti dapat diminati dan dinikmati. Karena itu selain dibentuk dalam berbagai jenis, berita pun disajikan dengan konstruksi tertentu. Dalam hal ini keseluruhan bangunan naskah berita terdiri atas tiga unsur yaitu : 

1. Headline (Judul Berita)

Pada hakikatnya headline merupakan intisari dari berita. Dimuat dalam satu atau dua kalimat pendek, tapi cukup memberitahukan persoalan pokok peristiwa yang diberitakannya. Berhubung berita yang harus disajikan itu banyak, dan masing-masing berita harus bisa diminati dan dinikmati pembaca, maka headline pun dibuat tidak seragam. Di usahakan agar masing-masing berita dapat ditonjolkan lain dari sisi yang lainnya. Selain bunyi pernyataan juga ukuran serta penyusunan hurup dan kata-katanya.

Variasi penyajian headline di usahakan agar khalayak tertarik untuk menikmati beritanya. Dengan demikian headline pun berfungsi untuk memanggil khalayak agar mau membaca. Minimal tahu apa yang menjadi pokok beritanya.

Menurut kepentingan berita headline di bagi menjadi empat jenis :

1. Banner Headline, untuk berita yang sangat atau terpenting. Hedline dimaksud dibuat dengan jenis dan ukuran hurup yang mencerminkan gagah dan kuat, dalam arti ukuran hurupnya terbesar dan lebih tebal ketimbang jenis headline lainnya, serta menduduki tempat lebih dari empat kolom surat kabar.

2. Spread Headline, untuk bertita penting. Headline dimaksud tampak lebih kecil dibanding banner headline. Maksudnya, besar dan tebal hurupnya kurang dari jenis yang pertama, namun lebih besar dari secondari headline. Tempat yang diperlukannya pun hanya tiga atau empat kolom saja.

3. Secondari Headline, untuk berita yang kurang penting. Headline jenis ini tampak lebih kecil dibanding spread headline, tetapi lebih besar dibanding subordinated headline, baik itu ukuran maupun ketebalan hurupnya. Demikian pula tempat yang diperlukannya hanya dua kolom saja.

4. Subordinated Headline, untuk berita yang dianggap tidak penting. Kehadirannya kadang dibutuhkan untuk menutupi tempat kosong pada halaman yang bersangkutan. Kosong dalam arti sisa tempat pada halaman yang memuat berita-berita lain yang dianggap kurang penting sampai dengan yang terpenting. Karena itu tempatnya pun hanya satu kolom. 

2. Lead (Teras Berita) 

Teras berita disebut juga lead, adalah bagian berita yang terletak di alinea atau paragraf pertama. Teras berita merupakan laporan singkat yang merupakan klimaks dari peritiwa yang dilaporkannya, untuk memenuhi rasa ingin tahu pembacanya maka lead dibuat sedemikian rupa. Hal itu dimaksudkan agar dapat menjawab pertanyaan hakiki yang selalu muncul dari hati nurani para pembacanya.

Didasarkan pada penekanan atau penonjolan salah satu unsur 5W + 1H nya lead suatu berita disusun dalam enam bentuk yaitu :

1. What Lead, apabila yang ditekankan atau ditonjolkan dalam uraian lead itu mengenai macam atau bentuk kejadian. Lead demikian selalu dimulai dengan jawaban terhadap pertanyaan what dari dari peristiwa yang diberitakannya itu.

2. Who Lead, apabila pokok pembicaraan dalam uraian lead atau beritanya adalah orang-orang yang terlibat dalam peristiwa yang diberitakannya. Misalnya orang-orang yang menjadi korban atau penyebab terjadinya peristiwa itu, atau mereka yang terlibat dalam penyelesaian peristiwa tersebut. Maka tuturan lead nya pun dimulai dengan nama orang atau kata ganti orang, atau nama lembaga, dan hal-hal yang dianggap melembaga.

3. When Lead, yaitu lead yang disusun untuk menonjolkan waktu dimana peristiwa yang diberitakan itu terjadi. Sudah barang tentu penuturannya pun diawali dengan informasi dimana saat-saat peristiwa itu terjadi.   

4. Where Lead, ialah lead yang menonjolkan tempat dimana peristiwa yang diberitakan itu terjadi. Selanjutnya diikuti oleh informasi lain yang bisa menjawab pertanyaan unsur-unsur 5W + 1H.

5. Why Lead, lebih mementingkan sebab musabab terjadinya peristiwa yang diberitakannya. Lead tersebut mengawali tuturannya dengan mengemukakan jawaban atas pertanyaan “mengapa pertistiwa itu bisa terjadi”. Setelah itu baru informasi lainnya untuk melengkapi keterangan yang ditutur oleh unsur-unsur 5W + 1H.

6. How Lead, mengawali tuturannya dengan menjelaskan bagaimana peristiwa yang diberitakan itu bisa terjadi. Lead ini lebih menonjolkan berlangsungnya dan kelanjutan dari peristiwa ketimbang jawaban terhadap pertanyaan unsur-unsur 5W + 1H.

Didasarkan pada stilistika (gaya bahasa) penyusunan ceritanya, lead dapat di bedakan dalam delapan bentuk, Bond (1961) :

1. The Digest Lead, lead yang disusun dengan mengutarakan semua fakta terpenting secara ringkas dan sederhana. Lead ini tampil dengan kontruksi dan bentuk tuturan yang paling mendasar serta variasi sangat sederhana. Segala sesuatunya dikemukakan secar ringkas dalam kamlimat seaderhana.,

2. The Direct Appeal Lead, bentuk lead ini meniru gaya surat pribadi dalam menarik perhatian publiknya. Dialamatkan langsung kepada pembaca dengan menggunakan kata “anda” sedemikian rupa sehingga bisa merangsang pembaca untuk menikmati informasi berikutnya. 

3. The Circumstantial Lead, lead ini diawali dengan gambaran kondisi lain yang ada hubungannya dengan peristiwa yang diberitakannya. Biasanya gaya demikian digunakan apabila peristiwa bersifat human interest.

4. The Statement Lead, lead ini beranjak dari pemberitahuan yang selalu memakai tanda kutip (kalimat langsung) atau tidak menggunakan tanda kutip (kalimat tidak langsung). Terutama dalam memberitakan tentang pidato, ringkasan-ringkasan atau slogan yang selalu diberi bingkai (box) sebagi intisari dari pernyataan-pernyataan yang dilontarkan pembicaranya.

5. The Discriptive Lead, bentuk ini dimulai dengan menampilkan suatu lukisan atau pemandangan. Memaparkan cerita yang hidup dengan menyajikan sebagian atau lebih banyak rincian para pelaku utamanya. 

6. The Suspended Interes Lead, jenis lead ini memberikan cukup informasi yang menarik dan merangsang pembaca untuk meminatinya, sekalipun penuturannya tidak berlebihan. Biasanya lead ini menuntut penuturan body-nya secara kronologis, sehingga pembaca dirangsang untuk membacanya sampai habis dan memperoleh klimaks dari tuturan peristiwa yang diberitakan.

7. The Tabulate Lead, semua informasi dalam lead yang dimaksud diutarakan dengan menstabulasinya. Setiap informasi yang menarik memiliki nilai kepentingan yang sama.



8. The Various “Stunt” Lead, lead macam ini menutrurkan konklusi peristiwa yang diberitakannya dengan gambaran lain yang “menakjubkan” dan “aneh”. Sudah tentu mengetahui peritiwa yang sebenarnya lead ini harus diikuti oleh penuturan body yang kronologis.

Thursday, May 29, 2014

TULISAN DI T-SHIRT SEBAGAI GAYA HIDUP REMAJA

Semua orang pasti tidak asing lagi dengan tulisan yang banyak menempel di sebuah T-SHIRT dan ini menjadi salah satu tentang gaya hidup para remaja saat ini dan juga dalam bursa politik ini sangat sering sekali kita lihat salah satu contoh ketika muncul pemilu akan banyak sekali T-Shirt yang bertuliskan tentang nama calon legislative, calon presiden beserta lambing –lambang partai yang mengusung mereka.

Poeradisastra (2002:96) Jumanta (2005:7) Gara (1999:125) menyatakan bahwa TShirt merek Joger milik pengusaha di Bali yang berwiraswasta menciptakan tulisan dengan katakata sebagai media adalah T-Shirt dapat menjadikan sebuah produk berupa bentuk model yang konvensional dan khas berupa unit kata-kata khususnya satuan-satuan lingual berbagai bahasa merupakan bentuk tutur (form of speech), terdapat dalam penataan yang terpadu dan satu kesatuan yang utuh.

Menurut Armani (dalam Poeradisastra 2002:97) bahwa T-Shirt bisa menjadi alat komunikasi, untuk menulis, mengambar, membuat puisi, slogan, foto dan menunjukkan identitas diri. Kemudian menjadi busana unik karena penuh slogan, pesan-pesan, lukisan, guyonan dan sebagai tanda-tanda komunikasi sosial dan budaya.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia T- Shirt (2002) adalah kaus oblong lengan pendek, tidak berkerah dan tipi yang berfungsi sebagai pakaian. 

Gaya hidup

Gaya Hidup sebagaimana dikemukakan oleh Alvin Toffler, (dalam Redana 1997:166) adalah “Alat yang dipakai oleh individu untuk menunjukkan identifikasi dengan subkultursubkultur tertentu sebagai gaya hidup dikenal dengan istilah ‘style’. Kata ini berasal dari bahasa Latin ‘stylus’ yang berarti semacan alat atau media yang ditampilkan menghadirkan mempergunakan kata-kata, ungkapan, gambar sebagai keindahan, kesenangan, dan keriangan sebagai mengungkapkan dirinya sendiri baik melalui media massa, tingkah laku, berpakaian, makan, berjalan, bersolek, citra tampil, dan lain-lain.

Pendapat mengenai gaya hidup banyak di ungkapkan oleh banyak para ahli antara lain:

Erving Goffman (1959:14) gaya hidup segalanya adalah penampilan yang diritualkan, seperti penggunaan ruang, barang dan bahasa tubuh. 

Chaney (1996:15) gaya hidup industry gaya untuk sebagian besar adalah industri citra tampil.

Pakaian merupakan gaya hidup yang memikat subkultur para remaja yang senantiasa mereflesikan dirinya menjadi idola. 

Remaja

Istilah remaja yang berasal dari kata dalam bahasa Latin adolescere (kata bendanya adolescentia = remaja), yang berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa (Desmita 2005:189; Rumini 2004:53) dalam istilah puberty (Inggris), puberteit (Belanda), akil balig (Indonesia), pubertas (Latin) yang berarti kedewasaan yang dilandasi oleh sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian. Istilah Pubescence yang berasal dari kata pubis yang dimaksud pubishair atau rambut di sekitar kemaluan, sebagai tanda masa kanak-kanak berakhir menuju kedewasaan.

Masa remaja dapat dibedakan menjadi empat bagian yaitu : 

Pertama masa pra-remaja (10 -12 tahun) kedua masa remaja awal (12-15 tahun), ketiga masa remaja pertengahan (15 -18 tahun) dan ke empat adalah masa remaja akhir (18 -21 tahun). Dan kalau kita berbicara tentang masa kematangan antara pria dan wanita maka prialah yang lebih lambat.

Maka dari setiap pembahasan dia tasa tadi kita coba taerik sebuah kesimpulan untuk mengurakan lagi tentang T-Shirt yang merupakan sebuah produk ideologi konstruksi media tulisan berdasarkan hasil verifikasi dan pemahaman, bahwa T-Shirt sebagai gaya hidup remaja menghadirkan dirinya sendiri dengan menggunakan bahasa sebagai imaji kreator yang diambil dari lambang benda bunyi dan hidup baik benda mati menjadi bentuk kebebasan perlawanan terhadap rasionalitas, yaitu: 1) kebenaran gaya hidup remaja pada dirinya sendiri dengan ungkapan yang ditunjukkan di dada t-shirt, seperti kata “Cutest Babe You See To Day”.

2) kebenaran proses membentuk ideology kekuatan bahasa (language power), menjadi motif-motif gaya hidup sistem teks untuk diplesetkan pada didirinya sendiri sebagai identitas tindakan jati diri, seperti kata “Kampret dan gambar kampret.

3) kebenaran pada tulisan di dada T-Shirt ditemukan anatomi elemen teks, yaitu Headline, subheadline, bodycopy, passive points, dan closing. yakni dapat dipahami berdasarkan versi dan varian yang terdiri atas bahasa pertama, bahasa kedua, isi elemenelemen plesetan, teks dan konteksnya. Anatomi teks pada media T-Shirt, dapat dijabarkan dengan secara anatomi utuh susunan teks



Maka pada usia remaja saat itulah mereka menemukan jati dirinya gaya hidup seperti apa yang kaan mereka akan gunakan dlam kehidupannya sesuai dengan apa yang menarik baginya, kerena bisa kita perhatikan remaja masa kini gaya hidupnya sudah sangat berbeda sekali dengan para remaja di tahun –tahun sebelumnya, dan tentu sekali pengaruh media massa sangat berperan banyak sekali dalam menentukan tentang kehidupan gaya hidup para remaja.

Monday, May 19, 2014

Faktor Resiko Penularan Penyakit Leptospirosis

A. penularan penyakit leptospirosis 

Penularan leptospirosis dapat secara langsung maupun tidak langsung.

a. Penularan langsung

- Melalui darah, urin atau cairan tubuh lain yang mengandung kuman leptospira masuk kedalam tubuh

- Dari hewan ke manusia merupakan penyakit akibat pekerjaan. Terjadi pada orang yang merawat hewan atau menangani organ tubuh hewan misalnya pekerja pemotong hewan atau seseorang yang tertular dari hewan peliharaan

- Dari manusia ke manusia meskipun jarang. Dapat terjadi melalui hubungan sexual pada masa konvalensi atau dari ibu penderita leptospirosis ke janin melalui sawar plasenta dan air susu ibu



b. Penularan tidak langsung

Terjadi melalui genangan air, sungai, danau, selokan saluran air, dan lumpur yang tercemar urin hewan.



B. Faktor Resiko

Faktor – faktor resiko terinfeksi kuman leptospira bila kontak langsung / terpajan air dan rawa yang terkontaminasi.

1. Kontak dengan air yang terkontaminasi kuman leptospira / urin tikus, saat banjir

2. pekerjaan tukang perahu, rakit bambu pemulung

3. mencuci atau mandi di sungai/ danau

4. peternak, pemelihara hewan dan dokter hewan yang terpajan karena menangani ternak/ hewan, terutama saat memerah susu, menyentuh hewan mati, menolong hewan melahirkan atau kontak dengan bahan lain seperti plasenta, cairan amnion dan bila kontak dengan percikan infeksius saat hewan berkemih

5. tukang kebun/ pekerja di perkebunan

6. petani tanpa alas kaki di sawah

7. pekerja potong hewan, tukang daging yang terpajan saat memotong hewan

8. pembersih selokan

9. pekerja tambang

10. pemancing ikan,pekerja tambak udang/ ikan air tawar

11. tentara,pemburu dan pendaki gunung, bila mengarungi permukaan air atau rawa

12. anak-anak yang bermain di taman, genangan air hujan atau kubangan

13. tempat rekreasi di air tawar: berenang, arung jeram dan olah raga air lain, trilomba juang ( triathlon), memasuki gua, mendaki gunung.

14. petugas laboratorium yang sedang memeriksa spesimen kuman leptospira dan zoonosis lainnya

15. petugas kebersihan di rumah sakit dan paramedis dianggap mempunyai resiko tinggi terhadap penularan kuman leptospira.


Infeksi leptospirosis di indonesia umumnya dengan perantaraan tikus. Jenis rattus norvegicus ( tikus selokan), rattus diardii ( tikus rumah ), rattus exulans ( tikus kandang ) dan suncus marinus ( cecurut)


C. Patogenesis

Patogenesis leptospirosis belum dimengerti sepenuhnya. Kuman leptospira masuk kedalam tubuh pejamu melalui luka iris/ luka abrasi pada kulit, konjunctiva atau mukosa utuh yang melapisi mulut, faring, osophagus, bronchus, alveolus dan dapat masuk melalui inhalasi droplet infeksi dan minum ait yang terkontaminasi.meski jarang dilaporkan penetrasi kuman leptospira melalui kulit utuh yang lama terendam air, saat banjir.

Infeksi melalui selaput lendir lambung jarang terjadi, karena ada asam lambung yang mematikan kuman leptospira.

Kuman leptospira yang tidak virulen gagal bermultiplikasi dan dimusnahkan oleh sistem kekebalan dari aliran darah setelah 1 atau 2 hari terinfeksi. Organisme virulen mengalami multiplikasi di darah dan jaringan dan kuman leptospira dapat diisolasi dari darah dan cairan cerebrospinal pada hari ke 4 sampai 10 perjalanan penyakit.


Kuman leptospira merusak dinding pembuluh darah kecil sehingga menimbulkan vaskulitis disertai kebocoran dan ekstravasasi sel.

Patogenesis kuman leptospira yang penting adalah perlekatannya pada permukaan sel dan toksisitas selular. Lypopolysaccharide (LPS) pada kuman leptospira mempunyai aktifitas endotoksin yang berbeda dengan endotoksin bakteri gram negatif.dan aktifitas lainnya yaitu stimulasi perlekatan netrofil pada sel endotel dan trombosit. Sehingga terjadi agregasi trombosit disertai dengan trombositopenia.

Kuman leptospira mempunyai fosfolipase yaitu suatu hemolisin yang mengakibatkan lisisnya eritrosit dan membran sel lain yangmengandung fosfolipid.

Beberapa strain serovar ponama dan copenhageni mengaluarkan protein sitotoksin. In vivo, toksin ini mengakibatkan perubahan histopatologik berupa infiltrasi makrofag dan sel polimorfonuklear.

Organ utama yang terinfeksi kuman leptospira adalah ginjal dan hati. Didalam ginjal kuman leptospira bermigrasi ke interstisium, tubulus ginjal dan lumen tubulus.

Pada leptospirosis berat, vaskulitis akan menghambat sirkulasi mikro dan meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga menyebabkan kebocoran cairan dan hipovolemia. Hipovolemia akibat dehidrasi dan perubahan permeabilitas kapiler salah satu penyebab gagal ginjal.

Iketerik disebabkan oleh kerusakan sel-sel hati yang ringan. Pelepasan bilrubin darah dari jaringan yang mengalami hemolisis intravaskuler, kolestasis intrahepatik sampai berkurang seksresi bilirubin.

Conjunctival suffision khususnya perikorneal terjadi karena dilatasipembuluh darah, kelainan ini sering dijumpai dan patogenesis pada stadium dini. Komplikasi lain berupa uvelitis, iritis dan iridosiklitis yang seing disertai kekeruhan vitreus dan lentikuler. Keberadaan kuman leptospira di aquaeous humor kadang menimbulkan uvelitis kronik berulang.

Kuman leptospira difagosit oleh sel-sel sistem retikulo endoteliel serta mekanisme pertahanan tubuh. Jumlah organisme semakin berkurang dengan meningkatnya kadar antibodi spesifik dalam darah. Kuman leptospira akan dieliminasi dari semua organ kecuali mata, tubulus peosksimal ginjal dan mungkin otak. Dimana kuman leptospira dapat menetap selama beberapa minggu atau bulan.





D. Gambaran Hispatologi

Gambaran patologi leptospirosis ditandai dengan terjadinya vaskulitis kerusakan endotel dan infiltrasi inflamasi yang terdiri dari sel monosit, sel plasma, histiosit dan netrofil.

Gambaran histologi leptospirosis yang mencolok yaitu kerusakan hati, ginjal jantung dan paru 
Kerusakan hati akibat nekrosis sentribular yang disertai proliferasi sel kupffer 

Sering ditemukan adanya disosiasi sel-sel hati, degenerasi sitoplasma, inti sel –sel parenkim mengecil dan infiltrasi mononukleus pada daerah portal 
Kerusakan ginjal lebih nyata dibandingkan dengan kerusakan hati yaitu edema dan perdarahan dimedula. Adanya gambaran nefritis intersisial yang berlanjut menjadi nekrosis tubulus pada kasus berat. Silinder protein , pigmen darah, eritrosit dan sisa sel tubulus dapat ditemukan di medula tubulus. 
Invasi otot rangka oleh kuman leptospira mengakibatkan timbulnya pembengkakan, vakuolisasi miofibril, nekrosis fokal, infiltrasi histiosit netrofil dan sel plasma misalnya pada otot gastroknemius 
Kerusakan pada jantung ditandai dengan ptekie di endokardium dan epicardium, serabut otot sembab, disertai vakuolisasi degenerasi dan infiltrasi sel radang. Pada beberapa kasus terjadi miokarditis toksik atau endokarditis akut. 
Kerusakan pada paru bervariasi dari inflamasi interstisial setempat disertai ekstravasasi hingga infiltrasi brokopneumonia 



E. Manifestasi Klinik 



Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 7-12 hari dengan rerata 10 hari, menurut keparahan penyakit leptospirosis dibagi menjadi ringan, sedang dan berat.

Monday, May 12, 2014

DAGMAR ( Defining Action Goals for Measured Advertising Result )

Merupakan model yang digunakan untuk menentukan sasaran iklan dan mengukur hasil dari penggunaan sebuah kampanye iklan. Dalam pendekatan DAGMAR, tujuan periklanan melibatkan communication task yang spesifik dan terukur. Communication task didasarkan pada model hierarki dari proses komunikasi yang terdiri dari empat tahap : 

· Awarness, membuat konsumen aware atas keberadaan suatu merek atau perusahaan .

· Compherension, membangun pemahaman kepada konsumen tentang produk dan kegunaannya.

· Conviction, membangun mental disposition (watak) konsumen agar membeli produk.

· Action, tindakan mengajak konsumen untuk membeli produk.



Metode DAGMAR mulai diperkenalkan oleh Russel H. Colley pada tahun 1961. DAGMAR merupakan kapanjangan dari judul buku yang ditulis oleh Russel yaitu Define Advertising Goals for Measured Advertising Result yang artinya memilih dan menentukan tujuan. Dalam pendekatan DAGMAR, dikembangkan suatu metode yang disebut proses komunikasi yang terdiri dari langkah-langkah yang harus dilalui oleh suatu produk untuk sampai pada tujuan yang dikehendaki, yaitu berupa tindakan yang diambil konsumen. Metode DAGMAR, Model Proses Komunikasi (Khasali, 1992: 52) yaitu:

·         






Ketidaksadaran (Unaware)

· Kesadaran (Aware)

· Pemahaman dan Citra (Comprehensive dan Image)

· Sikap (Attitude)

· Tindakan (Action)

Gambar 2.2 Model Proses Komunikasi Metode DAGMAR

2.1.5. Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis, social, dan lingkungan.

Berbagai macam definisi dan pengertian CSR, diantaranya yang disampaikan ahli Manajemen Philip Kotler dan Nancy Le. Mereka mengatakan bahwa “CSR adalah komitmen perusahaan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara sukarela melalui praktek bisnis, dengan menggunakan bantuan sumber daya yang dimilikinya”. (Pembangunan Kesejahteraan Sosial dari dan oleh Untuk Semua, CSR. Bachtiar Chamsyah)

Kata kunci dari definisi Philip Kotler itu adalah “sukarela”, sesuatu yang diputuskan sendiri oleh perusahaan tanpa tekanan dari manapun. Kegiatan sukarela harus dilaksanakana untuk masyarakat, untuk menunjukan kepada public bahwa si perusahaan memang memiliki kepedulian.

Sedangkan dilihat dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Dewan bisnis dunia untuk pembangunan berkelanjutan merupakan forum kerjasama 180 perusahaan internasional, ytang bertekad menjalankan pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi, keseimbangan ekologi serta kemajuan sosial. WBCSD menyatakan bahwa CSR sebagai “komitmen dunia usaha untuk membangun ekonomi secara berkelanjutan, melalui kerja sama dengan pekerjanya, keluarganya, masyarkat setempat atau yang lebih luas untuk memperbaiki kehidupannya”.

Dalam hal ini, CSR menjadi tuntutan tak terelakan seiring dengan bermunculannya tuntutan komunitas terhadap korporat. Korporat sadar bahwa keberhasilannya dalam mencapai tujuan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal, melainkan juga oleh komunitas yang berada disekelilingnya Ini artinya telah terjadi pergeseran hubungan antara korporat dan komunitas. Korporat yang semula memosisikan diri sebagai donasi melalui kegitan charity, kini memposisikan komunitas sebgai mitra yang turut andil dalam kelangsungan eksistensi korporat.

Ada yang memandang CSR semata-mata sebagai sebuah kewajiban yang diperintahkan oleh undang-undang, ada pula yang melakukan sekedar filontropi atau bahkan sesuai hati nurani (perasaan) pemilik perusahaan. Namun, diluar itu ada juga yang benar-benar menerapkan CSR dengan prinsip bisnis yaitu bagaimana agar kewajibannya pada masyarakat tertunaikan dan diterima oleh masyarakat sebagai upaya yang saling mensejahterakan. Jadi pada intinya, CSR merupakan komitmen perusahaan secara berkelanjutan yang berjalan etis dan memiliki kontribusi terhadap ekonomi, social dan lingkungan untuk meningkatkan dan memberdayakan kualitas hidup orang banyak. 

Unsur-unsur pencapaian keberhasilan CSR harus didukung oleh

1. Manajemen stakeholder yang baik, 

2. Kepemimpinan perusahaan yang baik, 

3. Prioritas utama CSR pada level pimpinan puncak perusahaan, 

4. Integrasi CSR ke dalam kebijakan perusahaan, 

5. Regulasi pada tingkat nasional dan internasional, 

6. Dan terlibat aktif dan koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaku bisnis, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat madani. 

Strategi CSR dimulai dengan menetapkan arah dan lingkup jangka panjang yang berkenaan dengan aplikasi CSR. Dalam hal ini, strategi CSR membantu perusahaan dalam memastikan bahwa perusahaan secara berkesinambungan membangun, memelihara, dan memperkuat identitas dan pasar yang dimilikinya.

· Tujuan dan Manfaat Program Corporate Social Responsibility

Menurut Wibisono (2007: 77) ada tiga alasan penting mengapa kalangan dunia harus merespon dan mengembangkan isu tanggung jawab sosial sejalan dengan operasi usahanya :

a. Perusahaan adalah bagian dari masyarakat dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat. Perusahaan harus menyadari bahwa mereka beroprasi dalam suatu tatanan lingkungan masyarakat.

b. Kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Untuk mendapatkan dukungan masyarakat, setidaknya licence to operate (izin operasi), sehingga tercipta harmonisasi hubungan bahkan mendongkrak citra dan performa perusahaan.

c. Kegiatan tanggung jawab sosial merupakan salah satu cara untuk meredam bahkan menghindari konflik sosial. Potensi itu bisa timbul akibat dampak operasional

Dalam hal yang sama Kotler dalam solihin (2009:32) memaparkan manfaat melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dalam strategi dan operasi bisnis, yaitu:

a. Increased sales and market share, yaitu meningkatkan penjualan dan pangsa pasar

b. Strenghtned brand positioning, yaitu memperkuat brand posisioning

c. Enchanced corporate image and clout, yaitu meningkatkan dan menguatkan citra perusahaan

d. Increased ability to attract, motivate and retain employess, yaitu meningkatkan kemampuan untuk menarik, memotivasi dan menahan karyawan

e. Decreased operating cost, yaitu mengurangi biaya operasional

f. Increased appeal to investor and financial analyst, yaitu meningkatkan penampilan pada investor dan pengamatan keuangan.


2.1.6. Teori Uses and Gratifications


Teori ini mempertimbangkan apa yang dilakukan orang pada media, yaitu menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Penganut teori ini meyakini bahwa individu sebagai mahluk supra-rasional dan sangat selektif. Menurut para pendirinya, Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch dalam Jalaluddin Rakhmat, 1984 (Nurdin 2011) , uses and gratifications meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain.


Teori ini jelas kebalikan dari teori peluru. Dalam teori peluru media sangat aktif dan all powerfull, sementara audience berada dalam pihak yang pasif. Sementara itu, dalam teori uses and gratifications ditekankan bahwa audience aktif untuk menentukan media mana yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya. Jika dalam teori peluru terpaan media akan mengenaii audience sebab ia berada di pihak yang pasif, dan sebaliknya dalam teori uses and gratifications. Dalam teori uses and gratifications lebih menekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa. Artinya, manusia itu memiliki wewenang dan kebebasan untuk memperlakukan media. Menurut Blumer dan Kartz percaya bahwa tidak hanya ada satu jalan bagi khalayak untuk menggunakan media. Sebaliknya mereka percaya bahwa ada banyak alasan khalayak untuk menggunakan media. 

     Menurut pendapat ini, khalayak atau audience mempunyai kebebasan untuk memutuskan bagaimana (melalui media mana) mereka menggunakan media dan bagaimana media itu akan berdampak pada dirinya. Teori ini juga menyatakan bahwa media dapat mempunyai pengaruh jahat dalam kehidupan. Kebutuhan kognitif adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan, dan pemahaman mengenai lingkungan. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk memahami dan menguasai lingkungan, juga memuaskan rasa penasaran kita dan dorongan untuk penyelidikan kita. kebutuhan afektif adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang estetis, menyenangkan dan emosional. Kebutuhan pribadi secara integrative adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas, dan status individual. Sosial secara integrativ adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak dengan keluarga, teman, dan dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasrat untuk berafiliasi. Sementara dengan upaya menghindarkan tekanan, ketegangan dan hasrat akan keanekaragaman.






   Kristalisasi dari gagasan, anggapan, temuan penelitian tentang Uses and Gratification Media mengatakan, bahwa kebutuhan social dan psikologis menggerakkan harapan pada media massa atau sumber lain yang membimbing pada perbedaan pola-pola terpaan media dalam menghasilkan pemuasan kebutuhan dan konsekuensi lain yang sebagian besar mungkin tidak sengaja.


   Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch (dalam Baran dan Davis, 2000) menguraikan lima elemen atau asumsi-asumsi dasar dari Uses and Gratification Media sebagai berikut :




Audiens adalah aktif, dan penggunaan media berorientasi pada tujuan. 
Inisiative yang menghubungkan antara kebutuhan kepuasan dan pilihan media spesifik terletak di tangan audiens 
Media bersaing dengan sumber-sumber lain dalam upaya memuaskan kebutuhan audiens 
Orang-orang mempunyai kesadaran-diri yang memadai berkenaan penggunaan media, kepentingan dan motivasinya yang menjadi bukti bagi peneliti tentang gambaran keakuratan penggunaan itu. 
Nilai pertimbangan seputar keperluan audiens tentang media spesifik atau isi harus dibentuk.