Compare hotel prices and find the best deal - HotelsCombined.com

Monday, February 17, 2014

APA ITU ARSITEKTUR JARINGAN

Perkembangan yang pesat dari teknologi semikonduktor terutama dalam bidang miniaturisasi menyebabkan ukuran fisik komputer semakin kecil akan tetapi kemampuan komputer menjadi semakin besar. Tidak dapat disangkal lagi bahwasekarang terdapat berbagai macam merk dan sistem komputer yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Teknologi informasi berkembang dengan pesat selaras dengan kemampuan komputer tersebut dan menuntut kemampuan agar sistem komputer satu dengan yang lain dapat berkomunikasi. Komunikasi harus dapat dilakukan tanpa tergantung pada merek, sistem operasi ataupun aplikasi yang dijalankannya. Kemampuan berkomunikasi ini menyebabkan terbentuknya jaringan komputer. suatugan akan menghasilkan s Dalam pengembangan jaringan tersebut ada berbagai organisasi yang terlibat di dalamnya. Organisasi tersebut dapat diklasifikasikan atas organisasi pembakuan, operator sistem telekomunikasi, dan pabrikan komputer. Usaha ini tidak berdiri sendiri tetapi sudah dilaksanakan dengan melakukan kerja sama antar perusahaan, organisasi baik secara nasional maupun secara internasional, agar supaya hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan saling menguntungkan. Kegiatan ini sangat menonjol dalam bidang networking. Beberapa organisasi yang berperan dalam pembakuan komunikasi data antara lain adalah:


- EIA (Electronic Industries Association)

Organisasi yang merupakan perkumpulan pabrik-pabrik elektronika di USA.

- ITU (International Telecommunications Union)

organisasi yang berada didalam naungan PBB

- ISO (International Standards Organization)

Organisasi internasional yang menghimpun organisasi yang menentukan standardisasi di negaranya masing-masing.



- ANSI (American National Standars Institute)

Organisasi yang menentukan standardisasi di USA.



- IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)

Organisasi yang beranggotakan para sarjana listrik secara internasional dan semakin berperan dalam hal standardisasi.



Adanya pengolahan data tersebar dan jaringan komputer mengandung arti bahwa aplikasi dan sistem harus dapat berkomunikasi. Aplikasi berarti program seperti misalnya fasilitas data base, electronic mail dan lain-lain sedangkan sistem ialah komputer, terminal dan perangkat keras lainnya. Agar sistem dan aplikasi dapat berkomunikasi dalam suatu jaringan mereka harus menggunakan ketentuan yang sama. Dalam komunikasi data ada tata cara atau prosedur yang harus diikuti oleh dua buah atau lebih sistem komputer yang ingin saling berkomunikasi. Prosedur ini dikenal sebagai protokol. Protokol komunikasi data didefinisikan sebagai prosedur dan peraturan yang mengatur operasi peralatan komunikasi data. Secara garis besar protokol melaksanakan 2 fungsi:



a. Membangun sambungan antara pengirim dan penerima.

b. Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi.



Sebenarnya sudah terdapat berbagai macam protokol yang digunakan oleh perusahaan pembuat peralatan komunikasi atau sistem komputer. Protokol ini pada awalnya didefinisikan sendiri oleh pabrik tersebut dan dikenal sebagai proprietary protocol. Protokol semacam ini tidak dapat saling berhubungan karena berbeda satu sama lain, Untuk mengatasi masalah tersebut ISO bekerja sama dengan organisasi lain seperti ITU, EIA, dan lain-lain untuk membuat protokol baku yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam usahanya mengembangkan protokol komunikasi data yang baru digunakanlah suatu model atau arsitektur jaringan. Dalam komunikasi antar komputer dikenal beberapa arsitektur jaringan antara lain model OSI, SNA, TCP/IP, dan lain-lain. Arsitektur jaringan merupakan sebuah bagan umum yang mengatur bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak itu dapat membentuk jaringan komputer. Dalam arsitektur jaringan didefinisikan pembagian fungsi komunikasi, protokol, pembakuan dan format pesan yang harus dipatuhi perangkat keras maupun lunak sehingga dapat berbagi data, sumber daya dan program. Arsitektur harus dapat menyediakan berbagai konfigurasi yang dengan mudah dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Arsitektur juga memungkinkan berbagai sistem dipadukan. Arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO ini dikenal sebagai model OSI (Open Systems Interconnections) 7 Layer. Model 7 layer ini menggunakan layers untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi sistim komunikasi data. Model ini sebenarnya tidak menentukan secara sangat terinci segala aspek dari suatu protokol, tetapi hanya memberikan secara garis besar batasan suatu protokol untuk memudahkan dan memungkinkan tiap perusahaan membuat protokolnya sendiri secara terpisah tetapi pada akhirnya masih dapat saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk hal-hal yang lebih rinci dapat dipilih standard yang telah dibuat oleh salah satu organisasi tadi dan yang dapat diterima oleh sebagian besar perusahaan. Model OSI membagi protokol untuk komunikasi data atas 7 lapisan atau layers. Tiap layer independent tetapi fungsi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Open system ini bertujuan dapat agar terjalin kerja sama antara peralatan dari pabrik dan rancangan (design) yang berbeda dalam hal:

a. Koordinasi berbagai macam kegiatan seperti komunikasi antar proses.

b. Penyimpanan data

c. Manajemen dari sumber serta proses

d. Keandalan dan kamanan (security) dari sistem

e. Software support


2. MODEL 7 LAYER

OSI mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu atau lebih komputer beserta software, terminal, operator, proses, alat penyalur informasi lainnya yang dapat melaksanakan pengolahan dan penyaluran informasi. Konsep layer merupakan bentuk dasar yang dipakai dalam model OSI. Tiap sistem dalam model OSI dianggap terdiri atas beberapa subsistem yang terdefinisi dan diklasifikasi menurut fungsinya. Dikenal 7 layer:



Layer 7 Application Layer

Layer 6 Presentation Layer

Layer 5 Session Layer

Layer 4 Transport Layer

Layer 3 Network Layer

Layer 2 Data Link Layer

Layer 1 Physical Layer


Layer tertentu di pengirim hanya perlu berhubungan dengan layer yang sama di penerima (jadi misalnya transport layer penerima hanya berhubungan dengan transport layer pengirim) disamping berhubungan dengan layer di atas dan di bawah di tempat di mana layer tersebut berada (jadi transport layer berhubungan dengan session layer di atasnya dan network layer di bawahnya, tetapi semuanya di penerima misalnya). Keuntungan dari bentuk Layer :


· Bilamana jumlah layer yang dipakai sedikit integrasi dari layer-layer yang ada mudah dan jelas dan interaksi antar layer dapat diperkecil. Perubahan jenis sambungan fisik tidak mempengaruhi jaringan dan layer di atasnya.

· Pengendalian komunikasi dalam bentuk layer menambah overhead karena tiap layer berkomunikasi dengan lawannya melalui header, tetapi layer lebih mudah administrasi dan standardisasinya. Walaupun protokolnya kompleks tetapi fungsi tiap layer dapat dimodularisasikan sehingga mudah ditanggulangi.

0 comments:

Post a Comment