Tuesday, July 30, 2013

Naik Kereta Api Ke Bandara Kuala Namu!

Menurut sumber dari http://wisata.kompasiana.com


Setelah menyaksikan dan mengalami sendiri saat-saat terakhir beroperasinya Bandara Polonia – dalam Bahasa Spanyol artinya adalah Polandia- yang penuh kenangan maka tugas berikutnya adalah menyaksikan dan mengalami sendiri hari pertama beroperasinya Bandara Kuala Namu yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Medan dan juga Sumatra Utara. 


“Kuala Namu adalah Bandara pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan Kereta Bandara”, tukas teman saya dalam perjalanan menuju Stasiun Medan yang juga memiliki nama lain City Railink Station. Kemacetan yang lumayan parah di jalan-jalan pusat kota Medan di sekitar stasiun seakan-akan ikut meramaikan hari pertama beroperasinya bandara ini. 


Memasuki stasiun, suasana cukup ramai dengan calon penumpang yang antri membeli tiket untuk keberangkatan hari ini ataupun untuk tujuh hari ke depan. Petugas pun sibuk melayani pertanyaan penumpang sehingga antrian membeli tiket cukup panjang. Jadwal kereta api baik dari Medan menuju Kuala Namu maupun sebaliknya terpampang di stasiun dan juga dalam brosur yang dibagikan dengan gratis. 


Waktu menunjukan sekitar pukul 10 30 watu saya mulai mengantri. Untungnya kereta berikutnya akan berangkat pukul 11.10 sehingga saya hanya perlu menunggu sekitar 40 menit saja. Setiap hari ada 10 kali keberangkatan yang dimulai dari pukul 4.00 pagi. Namun seandainya saya ketinggalan kereta jam 11.10 ini, kereta berikutnya baru berangkat pada pukul 13,45. “Wah jarak antar satu kereta koq lebh dari dua jam , Pesawat saya berangkat jam 13.20, untung saya tidak terlambat”, komentar calon penumpang yang antri di belakang saya. 


Setelah selesai membeli tiket berupa sebuah kartu elektronik dan selembar kertas yang berisi informasi nomer kereta, tanggal dan waktu keberangkatan, nomer wagon dan juga tempat duduk, kami bergegas menuju peron dan harus melewati pintu gerbang otomatis dimana kartu elektronik kemudian ditelan. Sayangnya dari beberapa pintu, baru satu yang beroperasi sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang. Maklum saja baik penumpang maupun petugas belum terbiasa dengan pintu otomatis ini. 


Kami menuju platform melewati eskalator dan kemudian masuk ke kereta yang sudah lumayan banyak diisi penumpang. Gerbong kereta sendiri merupakan gerbong kereta lama yang didandani sehingga kelihatan lumayan nyaman dengan pendingin udara yang cukup sejuk. Petugas yang berseragam rapih terlihat lalu lalang membantu penumpang menemukan tempat duduk masing-masing. 


Tepat pukul 11.10, kereta mulai bergerak meninggakan stasiun menuju ke kawasan Bandara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang. Pemandangan jalur rel tunggal yang diapit oleh perumahan kumuh beratapkan seng yang jaraknya sangat dekat dengan rel mengawali perjalanan di pusat kota Medan. Baru ketika agak jauh ke luar kota dapat sedikit dinikmati pemandangan persawahan yang hijau. 


Perjalanan dalam waktu 37 menit menuju Kuala Namu pun berakhir di terminal kedatangan. Suasana bandara sangat ramai baik dengan penumpang maupun masyarakat yang hanya berjalan-jalan saja menyaksikan kemegahan bandara baru ini. 

Selama dalam perjalanan, salah satu topik hangat yang dibicarakan oleh penumpang adalah mahalnya harga tiket yang dipatok 80 ribu Rupiah sekali jalan. Dibandingkan dengan di Singapura dimana kita dapat naik MRT dengan harga kurang dari 2 Dollar ataupun dengan tiket kereta Bandara Beijing yang hanya 25 Yuan, tiket Kereta Bandara ini memang dirasakan sangat mahal. 

Namun, setidak-tidaknya, Kuala Namu telah mebuka cakrawala baru bagi dunia kebandaraan di Indoensia. Selamat Datang di Kuala Namu dan selamat menikmati Kereta Bandara termahal di dunia! 

Medan 25 Juli 2013

0 comments:

Post a Comment